mBalik ke Sistem Tertutup
“mBalik (kembali) ke sistem tertutup? Siapa takut?” Demikian barangkali ungkapan para IT-ers yang sudah jenuh dengan kerewelan user yang tidak rela menghadapi sistem sumber terbuka (opensource).
Setelah bertaon-taon meyakinkan pimpinan setempat, bahwa sistem opensource (pasti) bisa digunakan tanpa ketrampilan khusus, dan setelah aplikasi perkantoran setempat beralih ke openoffice, akhirnya perusahaan harus kembali ke sistem tertutup. Berbagai pertimbangan yang mengalahkan keberhasilan migrasi sistem itu bisa dianggap rasional alias masuk akal.
Apa sih alasan masuk akal anda kembali menggunakan piranti lunak windows dan antek-antek-nya setelah anda migrasi ke sistem terbuka semacam linux FreeBSD dan kroninya? Banyak, kan? Tapi apa hayo?
Hmm … buat penggembira pengais rejeki di tong teknologi informasi macam saya ini, proses migrasi ke arah pun (semoga) menambah rejeki. Apa manfaat buat anda?
Handphone, PDA, mp3 player, DVD player, dan aneka gadget lainnya semakin bervariasi. Baik hardware maupun software. Biaya upgrade software
Datanya?? Sudah disimpen di 