Semudah pohon biner
Seandainya pilihan yang ada hanya nol dan satu seperti sistem bilangan biner. Semua urusan akan menjadi seperti pohon biner.
Dalam coding program terlebih seputar hardcoding, kita menemukan titik cabang sehingga mesin harus memilih Yes atau No (Ya atau Ndak) yang ditentukan oleh uji kondisi.
IF (kondisi)
THEN
(instruksi bila kondisi terpenuhi)
ELSE
(instruksi bila kondisi tak-terpenuhi)
END IF
Model ini sangat sederhana. Rasanya, begitu mudah bagi kebanyakan programmer. Namun, ternyata tidak semua orang bisa mengerti. Bahkan sangat sulit dimengerti. Entah mengapa atau dimana keruwetannya.
Polemik urusan p0rno (majalah Playboy Indonesia, RUU-APP, aneka RUU lainnya) saya kira sudah selesai, tapi ternyata perdebatan masih juga hanget. Paling tidak, salah satu blog membahas “Rombak atau Batalkan RUU APP ” masih juga menuai komentar.
Seorang rekan berpendapat:
.ilmu sosial tidak semudah membalikkan telapak tangan
Setuju! Asumsinya, tangan dan telapak dalam keadaan normal, utuh dan sehat. Tapi, apa definisi “normal”? Apa kriteria utuh? Apa arti sehat? Jangan-jangan kita sedang beda pandang tentang telapak, tangan, membalikkan, … dan kombinasinya. Ternyata ini juga urusan yang ruwet.
“Tidak semudah” juga masih belum selesai. Setelah satu masalah terbukti tidak sama mudah dengan urusan lain, masalah tersebut masih tetap masalah. Belum terpecahkan. Jadi, “so what” gitu loh?
Jika opsi terhadap RUU-APP hanya dua:
(0) No/Ndak/Tolak dan
(1) Yes/Ya/Terima
maka sebenarnya masalah sederhana.
Masalah menjadi rumit bila ada sebagian yang bisa diterima dan sebagian bisa ditolak, tetapi masyarakat hanya diberi dua opsi tadi. Lebih parah lagi, masing-masing membawa latar belakang kecurigaan. Definisi menjadi kabur, aksioma kesasar, hipotesa menjadi kacau, pembuktian ribet.
Metode “cabang satu kondisi” dalam syntax IF menjadi berlapis/bertingkat dan dirancukan dengan looping. Makin heboh ketika muncul instruksi “die” (dalam perl), memungkinkan program selesai mendadak dalam situasi apa pun. Bahkan ketika ada dalam subrutin yang terdalam. Kejam!!!
Situasi yang kompleks (seperti soal porno) ini memang tidak mudah diselesaikan. Apalagi bila hanya dengan model satu IF. Namun ranting-ranting yang ruwet beserta dead-end [tak-terduga] dapat disederhanakan ke dalam kelompok cabang yang runut. Akhirnya, hanya bermuara dalam satu pohon tunggal. Pohon tunggal ini bercabang ganda hingga menjadi ranting-ranting menghasilkan daun rimbun serta buah manfaat.
Bila konsep cabang dua (biner) saja sulit dimengerti, betapa sulitnya bisa memahami keseluruhan pohon.
Lain daripada mempersulit masalah dengan cara melebihkan dari membalikkan telapak tangan, mengapa tidak membuat menjadi sesederhana membuka telapak tangan.
Kata motto: KISS = Keep It Simple n Stupid
ps acronym:
membalikkan telapak tangan = meninju, menutup, pesimis, agresif
membuka telapak tangan = mempersilahkan, menyerahkan, mengajak


aku kira jelasin tentang kode-kode bilangan biner
Comment by antxxxxxxxxxx — 11 April 2008 @ 06:20:16 am