weblog go bZip

6 June 2009

I’ve been Working on The Net

Filed under: Cuap cuap, Hiburan - gobzip @ 01:39:33 pm

Sekutip lagu yang diubah
(semoga tidak melanggar hak cipta).

I’ve been working for the internet
All the live long day
I’ve been working on the internet
Just to pass the time away

Can’t you hear the Y-M ringing
Rise up so early in the morn
Can’t you hear the user shouting

Dinah, fix your net
Dinah, cek your route

5 June 2009

menimbang e-Book Reader

Filed under: komputer, perilaku, Hiburan - gobzip @ 10:01:36 am

Keunggulan media elektronik yang paling menentukan, menurut saya, adalah fasilitas pencarian. Ada beberapa jenis perangkat yang dapat digunakan untuk mengakses media elektronik. Mana pilihan anda?

Media elektronik yang saya maksud tentu saja bukan TiVi (TeVe?) atau radio, yang keduanya diakses secara sekuensial. Media elektronik yang saya maksud ada dalam bentuk file elektronik dalam berragam format multimedia: txt, pdf, odf, doc, avi, jpg, dan semacamnya. File tersebut pada umumnya dapat diakses secara random, dibaca secara loncat-loncat, di-index, dan dapat di-search.

Beberarapa fitur lain yang mungkin diharapkan adalah kemampuan untuk di-copy-and-paste, dicoret-coret, ditandai, dapat dikomentari, atau diperbarui. Atau .. apalagi yang bisa anda harapkan?

Pilihannya ada dalam berbagai perangkat : ebook reader, netbook, tablet pc, dan aneka gadget lainnya.

Kindler dari Amazon
Produk pembaca ebook (e-book reader) ada banyak pilihan. Yang sempat rame bulan lalu (padahal sudah terbit beberapa taon lalu) adalah Kindler yang cuma bisa nampilin item-putih aja, yang harganya naympe empat jutah, yang harus impor *sigh*. Yang lebih murah/sederhana …. apa yach?

Pilihan berikutnya adalah gadget yang praktis, enteng buat dibawa-bawa seperti blackberry, tapi merek dan tipenya apa yach. Trus harganya selangit gak yach. Lagian, nggondolnya enakeun ga yach. Serasa banget ada yang ngganjel gitu. *halah* … ga kuwat beli ajach banyak alesan … he he … serius loh memang ga enak duitnya. Pasti ngagokin lah. Baca komik seukuran buku saku saja sudah repot apalagi baca buku seukuran setengah telapak tangan.

GigaByte M912V Berikutnya: laptop, notebook atau adiknya, netbook, barangkali pilihan ekonomis. Harganya mulai 3 juta rasanya sudah cukup untuk baca-baca. Tapi sangat aneh baca laptop sambil tiduran di kasur. Kalau telungkup di taman seperti di iklan-iklan itu sih karena sedang di-foto. Namanya aja laptop, harusnya buat di pangkuan bukan buat di tiduran.

Tablet pc tergolong notebook, tapi layarnya bisa dipuntir dan dilipet ditambah pulpen penunjuk. Dengan harganya mulai 6 juta (lima juta sekian-sekian tapi deket enam lah), rasanya ini boleh lah buat pemula. Fungsi komputingnya sudah cukup. Harga mendekati/di bawah balakberi. Memang sih bakal lebih tebal, lebih berat, dan daya tahan bateri lebih rendah, tapi sementara ini sebanding untuk pemakaian di rumah, kantor, kampus atau sekitarnya.

Masih ada alternatif lain yang lebih baik?

Setelah menentukan pilihan, tinggal nyari dana-nya, tempat beli-nya, dan … tinggal pertimbangan lain yang masih banyak lagi. *halah* …. positip thingking, bung!!! Misalnya? Ada donasi!! :)

24 September 2007

Makanan instan != makanan murah

Filed under: Cuap cuap, Hiburan - gobzip @ 10:26:08 pm

Cooked instant noodle served with chicken Semenjak jaman kuliah saya suka makan mie instant, yang bahasa Inggrisnya: “instant noodle” (bukan “instant mie“). Sengaja saya pakai kata “suka” karena ini memberi beberapa arti. Kata suka dapat dipakai untuk padanan “senang” atau “gemar“. Tapi -secara salah(?)- juga diartikan sebagai “sering“. Cukup dengan pelajaran bahasa Indonesia … he he he …

Alasan utama, waktu itu barangkali, karena kantong cekak dan harga murah. Sekarang, sekian persen kebenaran, alasan ini sudah tidak tepat. Meskipun kantong belum tebal (kapan sih kita merasa benar-benar berkantong tebal?), tapi bukan urutan pertama. Yang pasti, alasan “kantong cekak” untuk urusan makan mie instant saat ini tidak muncul dalam iklan tentang mie instant. Mungkin alasan harga murah masih relevan. [Seperti pembuat/pengguna FOSS/Free Open Source Software, tidak mau ngaku ‘ga kuat bikin/beli software bebayar’? :P waakakaka …] Kebanyakan jenis mie instant berharga kurang dari seribu rupiah. Kecuali yang jumbo atau rasa tertentu. Lah iya lah. :=D

Alasan berikutnya, rasa yang cocok dengan lidah. Saya bukan penikmat makanan. Tidak banyak makanan yang cocok dengan selera. Wisata kuliner hanya sampai tahap mencoba tapi tidak cukup sampai menambah lagi. Mungkin karena variasi mie instant cukup banyak sehingga peluang cocok makin tinggi.

Selanjutnya, cara memasak mie instant sangat mudah dan sederhana. Didihkan air dan masukkan seluruh isi bungkusan. Aduk-aduk dikit biar rata. Beres. Terkadang tambahkan beberapa cabe utuh biar tambah ganas (karena kepedesan). Kalau ada, daun kol yang dipotong tipis-tipis panjang atau wortel dicampurkan setengah matang buat varian keras-retas di antara mie yang lembut-empuk. Saya kira daun sosin kurang cocok untuk penyegar mie instant dibandingkan daun singkong. Begitu pula, telur ayam tidak selalu tepat untuk dicampur. Kadang aroma telur bikin napsu makan, tapi kadang malah terlalu eneg, tergantung suasana hati (eh lambung?). Makannya pun mudah. Pakai sendok! (Lah iyah) Cukup satu tangan dengan sendok tanpa belepotan. Bandingkan dengan makan nasi timbel (plus ayam goreng, ikan asin, tahu goreng, sambal dan lalap), harus dihadapi dengan jurus 5 jari tangan kanan dan tangan kiri juga 5 jari. Ribet amat!!

Alasan lain adalah mie instant disajikan hangat. Jangan nunggu dingin atau terlalu lama direndam kuah. Pasti tidak enak. Lewat tengah malam, biasanya udara Bandung dingin (setidaknya lebih dingin dibanding kebanyakan kota besar lain di Indonesia) dan sisa … eh kelebihan … makan malam sudah dingin. Menghangatkan makanan sisa eh kelebihan makan malam terlalu repot. Lebih praktis masak mie instant. Kandungan lemaknya sangat rendah sehingga tidak membuat kegemukan.

Mie instant bisa dijadikan lauk bersama nasi. Tepatnya, makan nasi dengan lauk mie instant. Kabarnya, orang Indonesia belum makan bila belum makan nasi. Sejauh ini berlaku untuk saya. Perut belum nyaman bila dalam sehari belum ada nasi dalam jumlah cukup yang masuk.

Sudah berapa alesan yow …. Argh, sudah ah, banyak alasan. Sekarang pengen makan mie instant, tapi ga bisa, karena lagi nge-blog dan ga ada yang masakin. Jadi ngeblog-nya disudahin dulu supaya ngeblog tidak jadi halangan (bukan alasan) tidak ngonsumsi mie instant. … sruput … woah woah …

19 September 2007

Kecepatan kamera melebihi kecepatan cahaya

Filed under: Hiburan - gobzip @ 11:19:07 am

Enterprise ngebut Hari ini saya berkesempatan nonton startrek (edisi TNG: captain picard, data, dkk) tepatnya session 2 episode 13 bertajuk Time - Squared. Kapan yach saya terakhir kali nonton film sci-fi? Rasanya lama sekali.

Seperti biasa di-shoot adegan pesawat enterprise yang sedang melaju dalam kecepatan warp. Latar belakang hitam pekat alam semesta dihiasi dengan garis-garis cahaya berseliweran.

Tiba-tiba kepikiran: bagaimana kamera bisa menangkap adegan yang melebihi kecepatan cahaya?

Jika ada yang tahu jawaban, tolong saya dikirimi episode yang lain.
Terima kasih sebelumnya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King