weblog go bZip

10 June 2009

Software Dibeli dalam Hardware

Filed under: komputer, perilaku - gobzip @ 10:34:51 am

Motorola E398 & Rokr E1Handphone, PDA, mp3 player, DVD player, dan aneka gadget lainnya semakin bervariasi. Baik hardware maupun software. Biaya upgrade software motorola E398 bisa jadi lebih mahal daripada tukar-tambah E398 bekas dengan Rokr E2 baru.

Ingat cerita orang tua dulu ketika komputer segedhe kandang gajah, membeli hardware mainframe mendapatkan bonus softwarenya. Sebaliknya, perusahaan tidak akan mau beli software sebelum jelas spesifikasi hardware yang dibeli.

Sekarang ada kecenderungan berulang meski tidak sepenuhnya. Komputer notebook, netbook, laptop, dan nettop sudah dilengkapi dengan software sistem operasi. Suatu varian linux atau Windows. Bersama dengan sistem operasi itu sudah terbawa utilitas pengelolaan aplikasi atau desktop manager, misalnya KDE, gNome, Windows Explorer.

Bagi user awam, install ulang sistem operasi dan software bawaan komputer itu bikin ribet saja. Bayar teknisi, bayar lisensi, dan bengek lainnya. Akan lebih mudah tukar tambah dengan komputer mungil yang lebih canggih dengan software yang lebih baru.

Gmail Drive Datanya?? Sudah disimpen di google-drive (gmail drive), laeeeen?

5 June 2009

menimbang e-Book Reader

Filed under: komputer, perilaku, Hiburan - gobzip @ 10:01:36 am

Keunggulan media elektronik yang paling menentukan, menurut saya, adalah fasilitas pencarian. Ada beberapa jenis perangkat yang dapat digunakan untuk mengakses media elektronik. Mana pilihan anda?

Media elektronik yang saya maksud tentu saja bukan TiVi (TeVe?) atau radio, yang keduanya diakses secara sekuensial. Media elektronik yang saya maksud ada dalam bentuk file elektronik dalam berragam format multimedia: txt, pdf, odf, doc, avi, jpg, dan semacamnya. File tersebut pada umumnya dapat diakses secara random, dibaca secara loncat-loncat, di-index, dan dapat di-search.

Beberarapa fitur lain yang mungkin diharapkan adalah kemampuan untuk di-copy-and-paste, dicoret-coret, ditandai, dapat dikomentari, atau diperbarui. Atau .. apalagi yang bisa anda harapkan?

Pilihannya ada dalam berbagai perangkat : ebook reader, netbook, tablet pc, dan aneka gadget lainnya.

Kindler dari Amazon
Produk pembaca ebook (e-book reader) ada banyak pilihan. Yang sempat rame bulan lalu (padahal sudah terbit beberapa taon lalu) adalah Kindler yang cuma bisa nampilin item-putih aja, yang harganya naympe empat jutah, yang harus impor *sigh*. Yang lebih murah/sederhana …. apa yach?

Pilihan berikutnya adalah gadget yang praktis, enteng buat dibawa-bawa seperti blackberry, tapi merek dan tipenya apa yach. Trus harganya selangit gak yach. Lagian, nggondolnya enakeun ga yach. Serasa banget ada yang ngganjel gitu. *halah* … ga kuwat beli ajach banyak alesan … he he … serius loh memang ga enak duitnya. Pasti ngagokin lah. Baca komik seukuran buku saku saja sudah repot apalagi baca buku seukuran setengah telapak tangan.

GigaByte M912V Berikutnya: laptop, notebook atau adiknya, netbook, barangkali pilihan ekonomis. Harganya mulai 3 juta rasanya sudah cukup untuk baca-baca. Tapi sangat aneh baca laptop sambil tiduran di kasur. Kalau telungkup di taman seperti di iklan-iklan itu sih karena sedang di-foto. Namanya aja laptop, harusnya buat di pangkuan bukan buat di tiduran.

Tablet pc tergolong notebook, tapi layarnya bisa dipuntir dan dilipet ditambah pulpen penunjuk. Dengan harganya mulai 6 juta (lima juta sekian-sekian tapi deket enam lah), rasanya ini boleh lah buat pemula. Fungsi komputingnya sudah cukup. Harga mendekati/di bawah balakberi. Memang sih bakal lebih tebal, lebih berat, dan daya tahan bateri lebih rendah, tapi sementara ini sebanding untuk pemakaian di rumah, kantor, kampus atau sekitarnya.

Masih ada alternatif lain yang lebih baik?

Setelah menentukan pilihan, tinggal nyari dana-nya, tempat beli-nya, dan … tinggal pertimbangan lain yang masih banyak lagi. *halah* …. positip thingking, bung!!! Misalnya? Ada donasi!! :)

4 June 2009

Memilih Router Access Point untuk Hotspot

Filed under: komputer, networking - gobzip @ 03:10:10 am

Ada beberapa perangkat (router) Access Point untuk Hotspot yang menarik untuk diamati. Ini bukan promosi ;) tetapi sedang menimbang.

a. enGenius memberikan solusi murah. Produk unggulan untuk hotspot sederhana adalah ESR-1220 dengan harga nego sekitar enam ratus rebu dari toko airbening di BEC (Bandung Electronic Mall Center) yang dikelola oleh Kang Hermanto.
enGenius ESR 1220

b. Pilihan kedua adalah Mikrotik RouterBoard RB 450G ditambah PoE, RouterOS Level 4, dan semua kelengkapannya. Produk ini banyak dipakai dan direkomendasikan (cari sendiri deh di kalangan warneter dan linux-er Indonesia). Harga sekitar dua juta bisa diperoleh dari toko CGD di Bandung atau mesen dari mikrotik.co.id seharga satu juta yang mungkin tanpa RouterOS.

c. Produk wireless dari Ruckus memiliki fitur menarik. Harga yang ditawarkan melalui toko CGD sekitar empat setengah juta.
Ruckus MediaFlex

Menurut anda, mana yang harus saya pilih?

10 May 2008

Kang Onno @ TVone tentang Kang Bill

Filed under: Cuap cuap, komputer - gobzip @ 02:33:09 am

Tina @ TVoneTadi malam, jumat malam, sekitar jam 9 malam, TVone menayangkan adegan yang lucu dengan tokoh sentral Kang Onno dan Pak Wahyu. Tunggu, Pak Onno belum beralih profesi sebagai pelawak, meskipun dalam banyak penampilan beliau memang membuat kita tertawa.

Saya menduga acara tersebut digelar karena ada momen kehadiran tamu dari negara Microsoft. TVone mencoba menayangkan apa pandangan Kang Onno sebagai pejuang tekno-info Indonesia. Lucunya? Lucunya gini …

Dalam presentasinya, Pak Gates di depan para petinggi negara Indonesia, membeberkan ramalan bagaimana tekno-info di masa depan. Peran tekno-info dalam kehidupan manusia yang makin luas dan trend device yang makin memudahkan interaksi manusia dengan mesin. Saya tidak nonton presentasi Mas Bill, tapi salah satu uraian dari presenter TVone menyebutkan bahwa ada alat yang lebih baik daripada mouse dan keyboard.

Pernyataan ini mengingatkan saya akan sebuah adegan dalam film “Pirates of Silicon Valley“. Dikisahkan, pada tahun 80-an ketika mouse belum populer, Xerox mungkin yang pertama yang mempertimbangkan penggunaan mouse. Namun, saat itu mereka bukannya mempelajari, tapi hanya mengoper-operkan prototipe mouse. Kesannya, mereka merasa jijik, seperti terhadap tikus beneran.

Weh .. kesasar. Kembali ke laptop wawancara Kang Onno.

Lucunya. Tampak beberapa kali sang host TVone (siapa yak namanya, Teh Tina?) mencoba mengorek agar Kang Onno memberi tanggapan positif tentang kehadiran Pak Gates, tapi Pak Purbo malah promosi Opensource. Mungkin cara penyampaian Kang Onno terlalu cepat pada titik kesimpulan atau karena (dugaan saya) pemirsa (dan presenter) belum siap dengan latar belakang perseteruan copyleft-copyright, sehingga adegan ini jadi tampak lucu, seakan-akan presenter mengira Kang Onno akan ngedukung Kang Bill, eh, malah bikin produk tandingan. He he … *ketawa dulu* …

Ketika presenter bercerita (mengulang) uraian Pak Gates tentang kemudahan belajar astronomi dengan perangkat tekno-info, Pak Purbo menanggapi dengan cerita bahwa anaknya (anak Pak Purbo) sudah lama belajar astronom dengan software freeware. *ngacung* Sodara-sodara, saya juga sudah lama pake stellarium. Bahasa Indon lagih. *nyengir*

Sayangnya, saya ga bisa ngikuti diskusi lebih lama karena jadwal tayang idol sudah dimulai. *sigh* Saya ga tahan nonton pelajaran menjadi selebritis-penyanyi yang diulang-ulang, dilambat-lambat, dan dipaksa ber-emosi . Uh, berhubung TV cuman satu dan kalah mayoritas, yach menyingkirlah daku.

Pandangan Kang Bill tentang masa depan tekno-info, saya kira, bukan hal baru bagi para warrior tekno-info apalagi kalau punya versi freeware-nya, sehingga wajar Kang Onno tidak tertarik untuk mengulang (latah). Namun, itu lah yang ingin didengar banyak orang, apalagi dengan penyajian yang sangat menarik.

Perseteruan berbagai jenis lisensi belum menjadi perhatian bagi banyak orang awam. Maka, wajar orang akan tetap memilih software copyright daripada software yang copyleft. Lah wong mbayarnya (ongkos ngopy cd atawa download) sama.

Dengar gobzip gosipnya, saat ini pemerintah sedang bekerja mengimplementasi UU-ITE dan UU-HAKI. Setelah perangkat pelaksanaan UU siap, sekitar 2 tahun yad, masyarakat Indonesia akan siap juga mendengarkan perbedaan lisensi. Jika anda ingin mempercepat dan/atau memastikan hal ini, maka saya ikut sarankan beri dukungan bagi Aa Noto jadi Walikota.

Artikel terkait:

ps: artikel ditulis sambil nunggu …

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King