weblog go bZip

21 April 2008

Jam-jam Gembira berBagi Cepat

Filed under: perilaku, networking

Belanja / download file Situs berBagiCepat atawa RapidShare beberapa hari ini menerapkan jam-jam gembira atawa HappyHours. Entah sampai berapa lama hours-nya. Dikutip dari halaman pemberitanya http://rapidshare.com/news.html, tertulis kisah

17. April 2008 - Captcha stories, happy hours

As every free user should have noticed, we are experimenting once again with the CAPTCHA system. The reason is that RapidShare is popular enough for people to create tools to download from RapidShare as a free user as if they were a premium user. This has a negative impact for our paying premium users, since they expect a fast download. On the other hand we are also experimenting with happy hours again. When our servers have enough spare bandwidth, we will make it easier for free users to download from RapidShare, knowing that this also makes it possible again to automatically download files with those tools. Right now the RapidShare Happy Hours will disable the download tickets and the captchas completely.

Bagi mereka yang tidak punya account premium di rapidshare (cian de loe) kesempatan bergegas mendonload tanpa “gangguan” si CAPTCHA. Sayangnya, para pemakai bebas (free user, guest, tamu) tetap dibatasi kapasitas dan jumlah download per waktu.

Bagi mereka yang punya account premium di rapidshare, saat seperti ini MUNGKIN akan dirugikan karena sudah bayar tapi kecepatan transfer menurun. MUNGKIN!! Seandainya transfer rate anda cukup (lebih) besar dari yang tersedia, tentu saja.

Oya, memang mau download apa dari rapidshare jika sudah tersedia situs penyimpanan di IIX yang (juga) bebas serta lebih gegas. Ini dia mereka beberapa situs
penampungan file terbuka :

Terlepas dari urusan sedang “happy hours” atau tidak, ke-premium-an anggota di rapidshare dan situs penampungan lain (easyshare, dsb) selain menimbang bandwidth yang perlu disewa dari provider, barangkali perlu juga mempersiapkan berbagai kerepotan lain seperti waktu menunggu mengawasi download, mengulang jika gagal, dan mengarsipkan berkas hasil download, atau kemudian membuangnya. Makanya, meskipun tidak sejalan dengan “Daripada Beli CD, Download Saja Melalui Internet, Asalkan Sah.” toh tersedia jasa download dan nyimpan ke keping seperti yang ditawarkan oleh bursadownload.

Anda (tidak) berminat membuka jasa serupa?

10 February 2008

ISP di Bandung (2008) bagian satu

Filed under: networking

Ada banyak ISP (Internet Service Provider) yang jualan jasanya di Bandung. Berikut ini bagian satu dari beberapa daftar ISP yang berhasil saya himpun dengan komentar ringan. Bagian duwanya nyusul, lah wong panjang.

  • Centrin, http://www.centrin.net.id/, informasi produk dan harga di website cukup jelas meskipun, ada beberapa produk yang tidak muncul di website. Semoga dalam waktu dekat bisa dilengkapi. ISP ini termasuk ISP tua di Bandung dan nasional (Jakarta). Harga yang ditawarkan cukup murah meski kualitas boleh dibilang terjamin dalam standar. Varian produk tergolong komplit, mencakup dial-up, wireless, hingga ADSL.
  • ITB (Institut Teknologi Bandung), http://www.itb.ac.id/, barangkali bukan termasuk ISP tetapi memiliki jaringan internet sendiri. Denger-denger gozip (jangan percaya yach), ITB juga jualan akses internet. ;)
    Kualitas akses termasuk Ok punya. Koleksi datanya hueboh berat. Terutama yang multimedia.
  • Melsa, http://www.melsa.net.id/, adalah provider tertua di Bandung. Melsa bisa dimasukkan sebagai pelopor dalam merintis komunikasi data untuk pemakai personal. Perannya dimulai dengan pendirian BBS (Buletin Board Service) dengan akses melalui modem dial-in. Saat ini, Melsa memiliki produk yang bervariasi dengan harga dan kualitas yang memadai. Sayang, informasi di website Melsa kurang cukup jelas.
  • PRO net, http://www.pro.net.id/, termasuk provider agak muda. Produk unggulannya adalah unlimited dial-up dengan tarip flat. Beberapa waktu terakhir saya sulit (tidak dapat) mengakses websitenya. Ada info?
  • TERAS net http://www.teras.net.id/, saya kurang tahu nih. Sejauh saya tahu provider ini menjual jasa melalui akses wireless (wavelan, 2.4GHz).
  • Eazy net, http://www.eazy.net.id/, slogannya “nge-net murah di rumah”. …. belum bisa komentar.
  • QUASAR, http://www.quasar.net.id/, belum bisa komentar. Pernah dengan perusahaan QUASAR? Produsen perangkat telekomunikasi. Perusahaan ini juga menyediakan jasa akses internet. Beberapa informasi yang saya dengar, perusahaan ini terlalu banyak melayani warnet via wireless sehingga akses lain termasuk amburadul.
  • TOGLOBE.NET, rasanya baru dengar. Ada yang mau berbagi?
  • Jalawave, http://www.jalawave.net/, akhir-akhir ini saya sering konek internet lewat sini. Sejauh ini, kecepatan transfer via wireless di warnet tetangga terasa lancar. Harga dan jenis produk belum sempat mempelajari.

Masih banyak provider internet di Bandung yang belum muncul dalam daftar ini. Karena keterbatasan waktu ngomentari, yo, sementara itu dulu. Sambil nunggu pandangan para pemerhati untuk diulas dalam posting yang akan datang.

30 September 2006

mimpi: komunikasi masa depan

Filed under: networking

Mimpi: bagaimana ‘bentuk’ komunikasi masa depan?

Tadi pagi baca artikel sebuah koran bahwa handphone 3G diserbu oleh kalangan menengah atas. Saya duga ini kejadian di Jakarta, karena yang operasional baru Jakarta. Ternyata saya salah. Gak gaul bener deh saya ini, baru tahu bahwa di negeri ini sudah lebih maju. Maka, malem hari ini saya akan dateng dan bertanya mencari “wangsit”. Dan ini lah wangsit itu sudah hadir bahkan sebelum ketemu.

Menurut dongeng yang dikisahkan di wikipedia, mulai seputar 1960-1970 disebut jaman kesatu (1G) hanya ada lapisan analog - komunikasi suara. Kemudian datanglah jaman kedua (2G) yang menjadikan komunikasi juga berupa pertukaran data. Kini, kita telah ada di pertengahan jaman ketiga (3G) yang meletakkan pertukaran sinyal dijital sebagai lapisan [layer] di bawah komunikasi yang sesungguhnya.

Bagi pengguna akhir. Jaman pertama, cuma bisa ngomong dan dengar suara. Jaman kedua, bisa tuker-tukeran tulisan, gambar dan file anek media (multimedia). Jaman ketiga saatnya nonton dan ngobrol langsung dan sekaligus.

Basbang? He he … iya .. iya .. cukup deh review masa lalu.

Apa yang terjadi pada jaman keempat? jaman kelima? dst …

Menurut Mas Wangsito Noto Boto Limo Mangku Ongko Songo, jaman keempat arah komunikasi melalui banyak saluran dan mengalir mengatasi pertimbangan waktu. Daya alir (stream) akan terus ditingkatkan hingga dimiliki saluran pipa yang ruar-biasa besar.

Untuk apa perlu menambah kapasitas pertukaran data? Saluran komunikasi akan diisi dengan komunikasi dengan hologram. Gambar bergoyang (bergerak) pada jaman ketiga adalah gambar datar dua dimensi. Pastilah dengan segera tidak memuasi para penikmat teknologi. Keinginan berikutnya, membawa situasi utuh alam kenyataan (reality) yang ada di sisi teman bicara di seberang sono.

Baik baik … terus jaman kelima?

Eeeh .. nanti dulu. Ini mungkin masih bisa dihitung jaman keempat atau sebut saja sebagai jaman empat-a (ada ‘aaah’ nya setelah empat).

Me-maya-kan (virtualize?) seluruh alam di sisi lain dengan menangkap cahaya, aroma, dan suara. Merakit kembali ke-nyata-nya (the reality) di sisi sini dengan menampilkan gambar di depan mata, membunyikan suara di telinga, dan mengeluarkan aroma di hidung. Bagaimana jika menirukan “sinyal” mata menangkap cahaya? Bagaimana jika ada alat untuk menggetarkan gedang telinga (atau tulang telinga?) daripada mengeluarkan bunyi? Bagaimana bila merangsang indera penciuman daripada membawa persediaan aroma? Atau … lebih praktis kirim sinyal di processor utama manusia, si otak.

Pada jaman kelima, teknologi elektronik dan pe-sinyal-an, seperti jaman keempat sudah semakin tidak sanggup lagi. Perlu terobosan baru yang lebih hebat.

Ribuan tahun lalu manusia hanya berburu binatang bila dibutuhkan yaitu untuk ngisi perut (makan). Kemudian ratusan tahun lalu, diajak bermain, dan selanjutnya dikaryakan. Misalnya kuda untuk menarik gerobak.

Kini, menggunakan binatang untuk pekerjaan manusia sudah digantikan oleh peralatan - teknologi. Nanti, peralatan juga akan menemukan batas tertingginya.

Mas Wangsito Noto Boto Limo Mangku Ongko Songo mengayunkan tangan mencari cangkir kopi kesayangan. Eiits … cangkir kosong. he he …

Pada jaman kelima teknologi dalam tanda petik akan berubah. Tidak dapat lagi mengandalkan peralatan.

Lihatlah sekarang banyak jasa-jasa penangkap hantu, dedemit atau makhluk halus lain. Sejauh ini para tak-terlihat (unvisible creature) hanya ditangkap, dikurung, direlokasi, atau diusir. Pada jaman keempat, yang-ginian akan dipelajari dan diamati. Kemudian, pemanfaatannya akan distandarisasi pada jaman kelima.

Wis wis … sekian dulu …
Yang mau komentar silahkan.
Saya mohon pamit sebelum kebacot .. eh kebacut.

12 August 2006

Balada nggenjot EIRP

Filed under: networking

Inilah dongeng pengantar lamunan bagi para “pengusaha” jaringan wireless yang dikisahkan oleh Mas Bino Oetomo yang mengaku sebagai Pedagang sayur dan “senjata” beralamat di bino_oetomo-at-yahoo-dot-com. Cerita beredar di milis indowli. Sayang bila disimpen gitu saja, maka publikasi ulang di sini semoga tidak melanggar keberatan.

Pada awalnya si badu punya link PtP sejauh 5 kilo. Ini dulu banget saat Wifi masih sepi. Link ini dibangun dengan EIRP rendah .. dan jalan baik sekali.

Kemudian Di tengah jarak PtP ini mulai tumbuh banyak jaringan wifi lain nya .. akhirnya si badu kena “gangguan”. Kemudian badu telpon bino … beli booster
.. tancep … dan sekarang PtP dia jalan baik lagi.

Tetapi jaringan WiFi diantara dua titik PtP nya itulah yang sekarang jadi terganggu.

Ok .. Badu di treakin teman teman nya.
Dia coba turun kan EIRP nya lagi .. dan bangun repeater. Ternyata repeaternya juga “terganggu” lagi .. karna jaringan wifi di sekitar repeater nya pun semakin padet.

Trus …. gimana caranya agar si badu ini tetep bisa mendapat koneksi PtP nya ?
ada yang bisa kasih solusi ?

Kita juga bisa liat pengalaman operator GSM.
Untuk daerah yang Low Density .. mreka menggunakan Makro BTS , begitu daerah tersebut menjadi High-Density … mreka rubah jaringan mreka menjadi
berbasis Mikro Density.

Bagaimanapun juga … ketersediaan kapasitas pada Wifi akan semakin turun .. karena penggunanya semakin banyak. Untuk tidak terjadi perang mulut yang membosankan … ya saya hanya melihat satu alternative yaitu interkoneksi jaringan.

Interkoneksi jaringan sangat mungkin dilakukan secara teknis …. yang sangat sulit adalah Non-teknis nya.

Wifi di disain untuk komunikasi komunitas. Sama hal nya dengan yang diperlakukan terhadap 144 Mhz. Pada band 144 Mhz .. walaupun banyak klub klub .. tapi gak ada pelarangan kepada seseorang untuk masuk ke setiap channel … semua share .. semua sabar menunggu dan semua juga sadar bahwa semakin banyak nya pengguna maka kesempatan mreka ngoceh di udara ya akan berkurang.

6-7 tahun yang lalu kita bisa gampang dapet pipa sebesar 5 mbps

3-4 tahun yang lalu .. masih bisa dapet 2 mbps

Saat ini … hehehe mungkin 1 mbps aja susah kali yak

So … pilihan nya hanya dua : Kerjasama (interkoneksi) atau Perang …. homo homini lopus.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham